Review: Playboy Marketing

Penulis: Ali Akbar dan Sofie Beatrix

Sinopsis Singkat:

Ilmu ini yang membuat saya bisa membantu RATUSAN PENGUSAHA mendapat ORDER di internet…

Ilmu ini juga yang membuat saya dikejar-kejar PEMILIK PRODUK dan JASA supaya dibantu pemasarannya di internet….

Bayangkan jika ada 300 bisnis dan setiap bulan mereka membayar Rp1.000.000,00, berapa yang saya dapatkan per bulan?

Dan HEBAT-nya, beberapa murid saya dikejar-kejar oleh RIBUAN Produk dan Jasa….

Ya, Ilmu OPTIMASI membuat kami layaknya Playboy di dunia Marketing!

Buku Playboy Marketing sama sekali g ada hubungannya sama menjadi playboy atau cara-cara marketing yang dilakukan oleh perusahaan Playboy lho.. hehe.. yang dimaksud penulisnya, Ali Akbar, menjadi playboy marketing adalah cara-cara pemasaran yang membuat produk anda diuber-uber banyak customer, persis seperti playboy yang identik dengan suka dengan banyak cewek sekaligus namun tetap dipuja-puja.

Isi dari buku ini lebih banyak tentang berbagai macam cara untuk melakukan online marketing yang belakangan ini semakin ramai diperbincangkan, namun juga diakui sebagai cara marketing yang cukup murah, bahkan bisa gratis. Berbagai media yang bisa dimanfaatkan, misalnya adalah social media (facebook dan twitter), email, blog, website, dll.. Jika anda ingin memasarkan produk dengan memanfaatkan tools online ini, maka menurut Ali Akbar, anda harus melakukan OPTIMASI..

Optimasi yang dimaksud adalah meletakkan website anda pada tempat yang paling banyak terlihat orang, yaitu halaman 1 pada mesin pencarian, terutama untuk Google yang harus diakui adalah mesin pencari no 1 untuk saat ini, bahkan di level dunia. Ilmu ini sebenarnya lebih dikenal sebagai SEO, Search Engine Optimization, yang gunanya adalah mendongkrak website anda dengan berbagai cara dan trik sehingga dapat masuk di halaman 1 pencarian Google atas pencarian keyword tertentu. Di dalam buku ini, Ali Akbar yang juga dikenal sebagai pakar SEO memberikan tips-tips singkat untuk melakukan optimasi, seperti pemilihan keyword yang tepat, dll. Tentunya, jika anda ingin memperdalam SEO dengan lebih lanjut lagi, anda memerlukan bacaan lain yang lebih advance, karena memang scope buku ini tidak akan membahas hal-hal detail yang berbau teknis tentang SEO.

Secara singkat, buku ini bagus untuk memberikan gambaran awal bagi mereka yang sebelumnya awam terhadap online marketing dan dunia SEO. Anda juga dapat bergabung dengan BISMA Center yang merupakan forum yang dibentuk Ali Akbar untuk belajar bersama menerapkan berbagai trik dalam Playboy Marketing ini. Tentu saja membaca tidak akan cukup, namun praktek langsung akan memberikan pengalaman dan hasil yang baru juga.

Advertisements

Wirausaha Muda Mandiri part 2

Penulis: Rhenald Kasali
Jumlah Halaman: 344 hal

Buku ini merupakan kelanjutan dari buku Wirausaha Muda Mandiri sebelumnya yang mengulas tentang berbagai wirausaha muda dan bisnis yang mereka jalani, khususnya yang merupakan pemenang dari program yang berjudul sama, yaitu Wirausaha Muda Mandiri, yang diadakan tiap tahun oleh Bank Mandiri. Kisah-kisah jatuh bangun dan kerja keras tersebut dikompilasi oleh salah satu pakar ekonomi dan bisnis Indonesia, yaitu Rhenald Kasali. Tidak hanya berbagai macam kisah wirausahawan yang dapat kita baca, namun tips-tips dari Pak Rhenald juga turut menghiasi tiap bab dari buku ini. Tips-tips tersebut selalu berhubungan dengan bisnis salah satu wirausahawan yang sedang dibahas.

Contohnya adalah kisah pertama berjudul ‘Bisnis Merdu Mencipta Gitar Customized’ yang menceritakan bisnis yang dikerjakan oleh Muhammad Satrianugraha. Bisnis Satria ini tergolong unik, yaitu menciptakan gitar customized sesuai dengan permintaan pelanggan. Dan jangan anggap remeh lho. Client dari Satria ini sudah mencapai taraf internasional dengan mengerjakan berbagai macam pesanan dari client mancanegara. Untuk meningkatkan kepercayaan client terhadap proses pengerjaan dan kualitas produk yang dihasilkannya, Satria menciptakan terobosan bagi bisnisnya, yaitu selalu memberikan update terbaru dari proses pembuatan gitar tersebut kepada pemesannya. Satria akan mengirimkan foto-foto proses pembuatan gitarnya secara berkala, yaitu setiap seminggu. Mulai dari kayu yang masih balok, hingga menjadi gitar yang rapi.

Setelah cerita tentang bisnis ini, Pak Rhenald memberikan tips dalam tag ‘Hukum Wirausaha’. Sehubungan dengan customized gitar ini, tips Pak Rhenald adalah ‘Keunikan adalah Monopoli’. Beliau membahas tentang proses pembelajaran dalam suatu bisnis utnuk dapat menghasilkan suatu produk yang unik dan juga berkualitas. Hasilnya, produk yang unik dan berkualitas tadi akan dapat menciptakan hubungan personal yang unik dan menjadi monopoli. Beliau mengatakan, “Keunikan adalah salah satu bentuk monopoli. Jika tidak demikian, sebuah produk akan mudah ditiru”.

Tentu tidak hanya kesuksesan saja yang dibahas dalam buku ini. Berbagai kegagalan maupun hambatan yang menghadang juga turut dibahas sekaligus menunjukkan kepada kita bahwa tidak ada kesuksesan yang instan. Kesuksesan tentu melalui berbagai proses yang cukup panjang dan biasanya melibatkan berbagai kegagalan-kegagalan kecil di tengahnya. Contohnya, cerita Hamka Alwi yang pernah menjadi fotografer acara pernikahan dan menghanguskan film kameranya sehingga mengecewakan clientnya. Berawal dari kegagalan tersebut, kini dia menjadi salah satu fotografer yang cukup dikenal di daerahnya.

Total, dalam buku ini, terdapat 24 kisah wirausahawan muda yang rata-rata memulai bisnis sejak masih di bangku sekolah/kuliah dan dapat berkembang hingga sekarang. Tentunya juga dilengkapi berbagai tips wirausaha (sebanyak 24 tips) dari Pak Rhenald.

Buku ini cocok dibaca untuk siapapun yang ingin menambah wawasan, terutama sangat direkomendasikan untuk mereka yang ingin menjadi wirausaha atau memulai proses menjadi enterpreneur. Dari berbagai kisah yang ada, dapat ditemukan persamaan dari kesemua pebisnis muda ini, yaitu semangat pantang menyerah serta ide yang unik yang mungkin sebelumnya tidak pernah digarap orang lain. Kita pun dapat belajar berbagai hal yang menarik melalui tips dari Pak Rhenald Kasali.

After Orchard

 

After Orchard Book Cover

After Orchard

by Margareta Astaman

Kompas

192 halaman

After Orchard adalah buku yang ditulis oleh Margaritta yang mengisahkan tentang berbagai suka dukanya selama menjalani hidup di Singapura. Margie sendiri tinggal di Singapura sejak dia melanjutkan kuliahnya di Nanyang Technology University (NTU) jurusan jurnalisme dan berhasil menjadi top 5% lulusan di School of Communication (orang Indonesia pertama yang melakukannya lho)

Well, bagi kita orang Indonesia, khususnya bagi para turis dan shopaholic yang doyan ke Singapore untuk belanja, tentu negara singa itu bak surga yang menawarkan service yang luar biasa, berbagai fasilitas dan kemudahan yang memukau, keteraturan dan kerapian yang mungkin (well, siapa tahu?) tidak akan pernah terjadi di Indonesia. Namun, hal berkesan yang dialami dalam waktu singkat (mungkin sekitar semingguan) liburan di sana sangatlah jauh berbeda dengan kehidupan yang dialami oleh warga Indonesia yang menetap di Singapore untuk jangka waktu menengah-lama (seperti untuk bersekolah maupun bekerja).

Ritme kehidupan Singapore sangatlah unik. Bahkan terkesan jauh berbeda dengan Indonesia. Di sana, semua warganya tunduk pada hukum dan tidak ada niat sebersit pun untuk melanggar dengan sengaja. Kalau di Indonesia sih, ada pameo “peraturan dibuat untuk dilanggar”. Selain itu, karena daerah yang sempit (dan makmur), tentu kompetisi yang sengit untuk memperoleh pekerjaan dan penghidupan yang layak (kayak Undang-Undang Dasar aja yak) sudah lazim dijumpai di mana-mana. Orang Singapore (dan orang negara apapun yang sudah terbiasa dengan Singapore lifestyle) akan benar-benar memahami pentingnya efektifitas dan efisiensi di sana.

Dan, Margie, yang pernah setidaknya 4 tahun ‘bertahan hidup’ di Singapore berusaha mengupas semua sisi kehidupan Singapore yang dia alami sendiri, baik itu yang indah maupun yang menyedihkan. Gaya penulisan Margie yang alami dan terkesan seperti diary cukup enak untuk dibaca. Seolah kita sedang mengamati hal-hal berkesan yang dialaminya selama bersekolah di sana.

Contoh dari satu cerita yang dikatakan oleh Margie adalah ‘Di mana Blok 987’. Dalam cerita tersebut, Margie bercerita bahwa suatu hari, dia ingin mencari apartemen di jalan X dengan blok 987. Namun, begitu turun MRT, dia hanya menjumpai blok 985, 986, dan 988. Well, menurut budaya Indonesia ‘Malu bertanya sesat di jalan’, lumrah donk kita tanya ke orang di sekitar blok tersebut. (kalo kita di Indo kan biasanya nanya pak Satpam ato Tukang Becak ya). Dan, mengejutkannya, ‘tetangga’ yang dijumpai oleh Margie tidak tahu blok 987 itu di mana. Padahal mereka penghuni blok yang berdekatan lho.. Well, kind of heavy individualism ?? Lalu, masih di cerita yang sama, Margie juga menceritakan pengalamannya ketika berada di MRT bersama temannya. Ada seseorang, yang mungkin karena kehabisan napas, terjatuh di MRT tersebut. Bukannya dibantu, warga Singapore malah terlihat cuek sekali dan berusaha menghindari urusan dengan sang ‘korban’ tersebut. Melihat saja tidak. Akhirnya, temannya Margie yang menunggui orang itu hingga siuman.

Yah, mungkin saja, hal tersebut dikarenakan orang Singapore sedang berusaha ‘menjalankan peran’nya dalam masyarakat secara sempurna, dan menolong orang lain mungkin bukan termasuk dalam job description yang mereka terima. Hmm, ironis juga sih. Mengingat manusia tuh kan makhluk sosial ya. Tapi, kalo sosialnya cuma pas butuh aja, ya sebel donk.

Tidak semua hal yang menyebalkan dan buruk yang dibahas oleh Margie. Dia juga menceritakan bahwa Singapore adalah negara yang ramah bagi mereka yang berani bermimpi tinggi dan menebus harganya dengan banyaknya kesempatan untuk sukses di sana.

Sekian dulu book review kali ini. Bagi yang berencana untuk tinggal/melanjutkan studi/bekerja di Singapura, ada baiknya menyisihkan sedikit uang untuk membeli buku ini dan mempelajari negara Singa tersebut dari kacamata seorang warga Indonesia yang sudah hidup di sana selama lebih dari 4 tahun.

Daftar isi

Bab 1 Kampusku Sayang, Kampusku
1. Singapura tak Sekadar Orchard Road
2. An Hour from Home, Thousand Years from Heart
3. Beasiswa Tunawisma
4. Membasmi Kutu Sesuai Prosedur
5. Tentang Sebuah Nilai
6. A Final Year Story
7. In NTU Everyday is a Celebration
8. Belajarlah Sampai ke Negeri Singa

Bab 2 Bisik-Bisik Singapura
1. Dilarang Bunuh Diri
2. Gancheong!
3. Sistem Pengobatan Tradisional Ala Singapura
4. PNS Oportunis
5. For Immediate Response
6. Menyeberanglah Seperti Indonesia Sejati
7. My Name is M and I’m not a terrorist
8. Di Mana Blok 987
9. Selamat Datang di Surga Belanja

Bab 3 Romancing Singapore
1. Bangku Kosong
2. Uniquely Singapore
3. Pejantan Tangguh
4. Baby Factory
5. Unlikeliest Friends in  the Unlikeliest Place
6. From This Corner of The Earth

Bab 4 Lebih Singapur dari Singapur
1. Monopoli Hidup dan Mati
2. It’s all About Money
3. FOB!
4. Next Stop: Raffles Place
5. Takut Mimpi
6. Teroris Mengincar Kita
7. Ujan Batu di Negeri Orang
8. Surat Cinta dari Menlu

 

Xar & Vichattan Buku Dua : Prahara

Xar & Vichattan Buku Dua : Prahara

Xar & Vichattan Buku Dua : Prahara

By: Bonmedo Tambunan

Penerbit : Adhika Pustaka (http://www.adhika-pustaka.com/)

Jumlah Halaman : 423

Sinopsis

Pada buku pertama Xar dan Vichattan, dikisahkan bahwa keempat remaja, dua dari kuil Xar, yaitu Dalrin dan Antessa, serta dua lainnya dari Vichattan, yaitu Kara dan Gerome, telah mendapati diri mereka menjadi ahli waris cahaya, yang harus bertarung melawan kegelapan dan pimpinannya, Khalash, dengan bantuan Cahaya. Mereka telah berhasil membangkitkan kembali Kuil Cahaya (yang sempat runtuh seiring dengan berakhirnya perang melawan kegelapan 7 tahun sebelumnya, dan meninggalnya pendeta cahaya terakhir, yaitu Luscia) dengan bantuan kedua roh Cahaya, yaitu Amor dan Pietas.

Sebagai informasi tambahan, kuil Xar dan Vichattan merupakan keturunan dari ahli waris Cahaya, di mana perbedaan dari mereka adalah, para warga kuil Xar menggunakan energi di dalam diri mereka, dan bergabung dengan Xar untuk bertarung. Sementara bagi warga Vichattan, keahlian mereka adalah menyerap energi alam yang tersedia di sekitar mereka dan menggunakannya untuk bertarung.

Pada buku kedua ini, yang menjadi perhatian utama adalah mulai beraksinya para pengikut kegelapan, di bawah pimpinan Khalash. Untuk melemahkan kuil Xar dan Vichattan, Khalash mengatur strategi untuk mencemari sumber energi dari Xar dan Vichattan, yaitu sumber energi Xar di Ruang Hati kuil Xar dan Kristal Utama energi alam yang menjadi sumber energi dari kaum Vichattan. Tugas pertama untuk mencemari Ruang Hati Xar diserahkan kepada Corbus, panglima kegelapan yang menjadi tangan kanan langsung dari Khalash dan memiliki kekuatan kegelapan yang berbahaya. Sementara tugas kedua, mencemari Kristal Utama, diserahkan kepada Frigus Acerbus, ratu dari bangsa peri yang haus akan kekuatan dan beralih kepada kegelapan. Untuk memecah belah perhatian dari ahli waris, maka Khalash juga memerintahkan Shiba, panglima kegelapan lainnya, untuk menyerang desa Galad, yang menjadi salah satu basis pertahanan Xar dan Vichattan.

Ahli waris Cahaya sendiri, yang terdiri dari 4 orang, memiliki tugas masing-masing, di mana Kara ditugaskan untuk mencari tahu dari mana monster-monster kegelapan berasal, karena monster tersebut seolah tidak ada habisnya, walaupun sudah berulang kali dihabisi oleh pejuang Xar dan Vichattan. Apakah monster tersebut benar-benar diciptakan dari sihir kegelapan ? ataukah sebenarnya monster-monster itu berasal dari dunia lain ? Itulah tugas penting Kara, mengetahui asal muasal dari monster tersebut. Sementara itu, Antessa ditugaskan untuk membantu para peri dalam melindungi Kristal Utama dari ancaman Frigus Acerbus. Dalrin, yang sempat mengalami pergolakan batin yang sangat hebat, ditugaskan untuk membantu kuil Xar menghalangi niat Corbus dalam mencemari sumber energi Xar. Sedangkan Gerome, bersama salah satu Roh Cahaya, Amor, bertugas membantu pasukan Xar dan Vichattan di desa Galad menghalau pasukan kegelapan.

Apakah sebenarnya rencana Khalash dan pasukan kegelapannya ? Berhasilkah para ahli waris cahaya dalam melakukan tugasnya masing-masing dan melindungi dunia ? Silahkan baca cerita selengkapnya pada buku Xar dan Vichattan Buku Dua : Prahara.

Review

Story / Plot

Dari sisi cerita maupun plot, menurut saya, banyak sekali hal-hal yang mengejutkan, terutama tentang masa lalu dari sebagian karakter utama, baik dari sisi kegelapan (Shiba dan Corbus), maupun sisi cahaya (Petra, Lisbet,dll).. Cerita-cerita lampau tersebut cukup baik dipaparkan, sehingga menunjang berbagai konflik antar tokoh yang terjadi pada buku dua ini. Berbagai pengkhianatan, intrik dan masalah pribadi yang terjadi masa lalu menjadikan cerita ini cukup kompleks, namun menarik untuk diikuti.

Pada buku kedua ini juga, pembaca dapat mengetahui berbagai ‘sejarah’ dan hubungan dari Xar, Vichattan, serta kegelapan. Contohnya, hubungan energi Xar, Vichattan, dengan kegelapan/cahaya. Lalu ada cerita tentang bangsa peri dan segala permasalahan dalam bangsanya. Lalu, asal muasal dari monster-monster kegelapan. Dan juga adanya cerita tentang dimensi-dimensi lain.

Namun, menurut saya, buku ini agak kurang greget, terutama karena banyak sekali adegan-adegan yang sifatnya mengisahkan sesuatu, dan adegan pertarungan nya justru terasa cepat selesai. Padahal, dalam buku ini, dapat dikatakan pihak kegelapan dan ahli cahaya sendiri sudah menampilkan para ksatria terbaiknya, seperti pihak kegelapan yang diwakili Khalash sendiri, Frigus Acerbus yang merupakan ratu peri, dan Nolacerta, naga berkepala dua yang merupakan perwakilan dari kegelapan di dunia ini. Menurut saya, dengan kapasitas tokoh antagonis yang serasa sudah superior, sedangkan tokoh protagonis (ahli waris cahaya) yang masih remaja, maka seharusnya pertarungan yang terjadi dapat sangat seru. Namun, terkadang, saya merasa bahwa pihak kegelapan cukup ‘mudah’ untuk dikalahkan.

Setting

Setting dalam cerita ini dapat digambarkan dengan cukup baik oleh pengarang. Namun, menurut saya, lokasi dan tempat yang ditunjukkan juga sangat sedikit, dengan hanya berpusat pada Kuil Xar, Vichattan, kuil Cahaya, dan dimensi kegelapan. Memang, cerita pada buku ini sudah tidak lagi mengisahkan petualangan seperti halnya pada buku pertama, yang kaya akan cerita setting dan lokasi-lokasi baru. Untuk setting waktu, juga kurang terasa, karena seolah-olah masalah terus datang menghampiri, dan terjadi dalam waktu yang sangat singkat, sementara banyak sekali peristiwa yang sudah terjadi.

Salah satu poin plus dari buku ini adalah setting dan penceritaan yang bergantian antar tokoh dan peristiwa, sehingga mengurangi kebosanan pembaca ketika mengikuti petualangan salah satu tokoh tertentu. Dengan setting yang berpindah-pindah, tentu imajinasi pembaca juga dapat berpindah dengan dinamis, tidak terlalu bosan dan terfokus pada karakter tertentu saja.

Tokoh Baru

Dalam buku kedua ini, terdapat beberapa tokoh baru yang cukup penting peranannya dalam kelanjutan kisah Xar dan Vichattan, yaitu

  • Frigus Acerbus: ratu bangsa peri yang akhirnya meninggalkan cahaya untuk memperoleh kekuatan kegelapan yang sangat besar. Tokoh antagonis ini dianggap ‘pengkhianat’ oleh bangsa peri, walaupun sebenarnya bangsa peri lah yang sudah mengkhianati ratunya. Perannya dalam cerita ini sangat penting, terutama terkait dengan rencana pencemaran Kristal Utama.
  • Tiarawati Lisbet: tiarawati Lisbet sebenarnya merupakan tiarawati senior yang cukup disegani akan kemampuannya. Malangnya, kondisi kejiwaannya terganggu akibat dirinya sendiri yang berusaha menggabungkan kemampuan kaum Vichattan dan Xar dalam mengolah energi alam dan Xar. Namun, ternyata, ketidakwarasannya justru membuat dirinya memiliki kemampuan unik, yaitu menjelajahi dimensi-dimensi lain.

Overall

Secara keseluruhan, menurut saya, buku ini cukup bagus dan layak untuk menambah koleksi. Saya sangat mengapresiasi karya ini, terutama karena ini adalah salah satu novel fiksi fantasi buatan penulis Indonesia, bukan terjemahan. Dari sisi cerita, alur yang ditawarkan cukup baik, dipenuhi dengan unsur kejutan yang tidak saya sangka sebelumnya. Hanya saja, jujur, greget untuk pertarungan masih terasa kurang. Semoga di seri ketiga, di mana menurut saya konflik yang akan terjadi mestinya semakin seru, terdapat pertarungan yang seru juga. Poin Plus lainnya, pada bagian awal, penulis menyertakan peta tentang lokasi-lokasi yang terlibat dalam cerita yang dapat membantu visualisasi dari lokasi tersebut, dan bagian akhir buku dilengkapi dengan daftar nama dan tokoh yang terlibat dalam cerita ini.

Demikian resensi/review saya untuk buku Xar dan Vichattan 2 ini. Jika ingin melihat resensi untuk buku Xar dan Vichattan 1, silahkan klik di sini.

Xar & Vichattan Buku Satu :Takhta Cahaya

Xar & Vichattan Buku Satu : Takhta Cahaya

Xar & Vichattan Buku Satu : Takhta Cahaya

By: Bonmedo Tambunan

Penerbit : Adhika Pustaka (http://www.adhika-pustaka.com/)

Jumlah Halaman : 339

Sinopsis

Kuil Xar dan Vichattan, merupakan kedua tempat yang sama-sama didirikan oleh ahli waris cahaya, yaitu Xar dan Vichattan sendiri. Kedua kaum ini, bersama-sama dengan pendeta Cahaya Luscia, telah berhasil mengalahkan pasukan kegelapan yang dipimpin oleh Khalash dan panglima kegelapannya, 7 tahun lalu, dalam pertarungan yang sangat sengit dan memakan banyak korban.

Kuil Xar, dipimpin oleh biarawati Mirell, merupakan kaum yang terlatih untuk bersatu dengan energi di dalam diri mereka sendiri, yang disebut dengan Xar. Prajurit Xar sendiri terbagi menjadi dua kelompok, yaitu Ka-Xar yang dipimpin oleh Jendral Terma, merupakan pasukan Xar yang lebih mengandalkan kemampuan fisik mereka. Sementara Es-Xar, yang dipimpin Petra, merupakan pasukan Xar yang lebih berkonsentrasi pada kemampuan sihir Xar, terutama untuk mempengaruhi kondisi psikis lawannya. Dari kuil Xar sendiri, masih ada Antessa, cucu dari biarawati Mirell yang di usia muda sudah menunjukkan bakat Es-Xar yang luar biasa, dan Dalrin, anak dari Terma, yang juga berbakat dalam pertarungan.

Vichattan sendiri dipimpin oleh tiarawati Magdalin. Istana yang ditempatinya disebut dengan Istana Tiara, sedangkan para pembantunya yang setia lebih dikenal dengan istilah tiarawan dan tiarawati. Berbeda dengan kuil Xar yang mengandalkan energi Xar di dalam dirinya, para pejuang Vichattan mengandalkan energi alam berupa partikel-partikel yang dapat dimanipulasi dan digunakan dalam sihir. Partikel tersebut seperti partikel api, air, tanah, dan udara. Sama halnya seperti Xar yang memiliki Antessa dan Dalrin, Vichattan juga memiliki Kara, cucu dari tiarawati Magdalin dan Gerome, anak dari tiarawan-tiarawati Vichattan yang sudah gugur sewaktu berperang melawan kegelapan. Kedua remaja ini juga memiliki kemampuan yang sama baiknya.

Pada buku ini, diceritakan bahwa biarawati Mirell dan tiarawati Magdalin mendapatkan serangan kegelapan yang cukup aneh, yang bahkan bagi orang yang berilmu tinggi seperti mereka, mereka juga tidak tahu serangan apakah itu sebenarnya. Hal ini membuat biarawati Mirell cemas, dan memutuskan untuk segera menemui Magdalin dengan harapan mereka dapat berdiskusi lebih lanjut lagi. Selain itu, Mirell juga beberapa kali mendapatkan mimpi, di mana dalam mimpi tersebut, dia melihat keempat anak remaja, dua di antaranya adalah Antessa dan Dalrin. Maka, tanpa membuang waktu lagi, Mirell dan pasukannya yang dipimpin Terma, beserta Antessa dan Dalrin, segera menuju Vichattan.

Sesampainya di Vichattan sendiri, Mirell dan Magdalin segera mengadakan rapat bersama para petinggi dan menteri lainnya, untuk mencari tahu apakah yang sebenarnya sedang terjadi. Dari sinilah mereka mengetahui, bahwa apa yang menimpa Mirell dan Magdalin adalah kutukan kegelapan, yang dilepaskan Khalash sebelum dirinya dikalahkan 7 tahun lalu pada pertarungan Cahaya melawan Kegelapan. Aktifnya kutukan ini juga menjadi pertanda bahwa kuil kegelapan dan Khalash telah berhasil bangkit kembali, sementara kuil Cahaya masih tertidur, semenjak meninggalnya pendeta cahaya Luscia.

Sementara para petinggi Xar dan Vichattan sedang berdiskusi, Dalrin dan Antessa bersama teman baru mereka dari Vichattan, Kara dan Gerome, sibuk sendiri di perpustakaan besar Vichattan, di mana Kara dan Gerome sedang menunjukkan keindahan Vichattan pada tamu baru mereka. Namun, ternyata, mereka menemukan benda peninggalan pendeta cahaya Luscia, yang memanggil-manggil mereka. Dari sana, diketahui bahwa ke empat anak ini terpilih untuk menjadi ahli waris cahaya, untuk sekali lagi mengalahkan kegelapan. Namun, karena kegelapan sudah lebih dahulu kembali ke dunia, maka waktu yang tersisa tidak boleh terbuang. Maka, meskipun dengan berat hati karena keempat anak remaja ini sesungguhnya belumlah terlalu dewasa untuk menanggung beban berat ini, Luscia segera mengirim mereka ke pegunungan Eros untuk membangkitkan dua roh cahaya yang sedang tertidur, Amor dan Pietas, untuk segera membangkitkan lagi kuil Cahaya.

Tentu saja, pihak kegelapan pun sudah mengetahui adanya ahli waris yang baru ini, dan tentu saja mereka tidak akan semudah itu membiarkan Cahaya bangkit kembali. Maka, diutuslah Panglima Shiba, salah satu panglima kegelapan yang tersisa untuk membunuh keempat ahli waris yang baru sebelum mereka berhasil membangunkan kembali kuil Cahaya.

Bagaimanakah petualangan keempat ahli waris cahaya dalam membangunkan kembali kuil Cahaya ? Apakah mereka akan berhasil ? Jangan lupa untuk membaca ceritanya pada buku ini.

Review

Story

Cerita pada buku pertama ini lebih berkutat pada ‘pengenalan’ akan kuil Xar dan Vichattan. Lalu, diikuti dengan sedikit pengantar tentang pertarungan cahaya dan kegelapan. Selanjutnya, cerita bergeser pada keempat ahli waris cahaya, yang sudah harus memulai petualangan mereka dalam membangunkan kembali kuil Cahaya, untuk menandingi kuil Kegelapan yang sudah muncul kembali.

Cerita petualangan tersebut di mulai dari ketika mereka pertama kali dikirim ke Pegunungan Eros, dikejar-kejar monster kegelapan, bahkan panglima kegelapan Shiba sendiri.Lalu bagaimana mereka pertama kali bertemu dengan bangsa peri yang juga membantu mereka.

Tidak kalah mengejutkannya juga adalah adanya beberapa tokoh penting, baik dari Xar dan Vichattan, yang harus meninggal, dalam tugasnya melindungi keempat ahli waris cahaya.

Setting

Pada buku pertama ini, karena merupakan edisi pertama, maka setting yang disuguhkan juga sangat banyak dan cukup detail, yang sangat membantu imajinasi pembaca dalam membayangkan apa yang sedang disampaikan oleh penulis. Beberapa setting yang dibahas, misalnya adalah kuil Xar, Vichattan dan keindahan kota di dalamnya, lalu berbagai pegunungan dan desa yang juga dilalui oleh tokoh-tokohnya pada cerita buku pertama ini.

Tokoh

Berikut merupakan daftar dari tokoh yang menjadi sentral cerita dalam buku pertama ini

  • Biarawati Mirell : pemimpin utama kuil Xar.
  • Tiarawati Magdalin : pemimpin utama Vichattan.
  • Terma : Jendral pemimpin pasukan Ka-Xar dari kuil Xar.
  • Petra : Jendral pemimpin pasukan Es-Xar dari kuil Xar.
  • Antessa: Cucu dari Mirell, salah satu ahli waris cahaya.
  • Dalrin: Anak dari Terma, salah satu ahli waris cahaya.
  • Kara : Cucu dari Magdalin, salah satu ahli waris cahaya.
  • Gerome: anak tiarawan dan tiarawati Vichattan, salah satu ahli waris cahaya.
  • Khalash: Pangeran kegelapan, tokoh antagonis utama dalam cerita ini
  • Shiba : salah satu panglima kegelapan yang masih hidup
  • Corbus : salah satu panglima kegelapan yang paling sakti, tangan kanan dari Khalash.
  • Nolacerta: Perwakilan Roh Kegelapan di dunia, berwujud naga berkepala dua, di mana nama masing-masing kepala adalah Nola dan Certa.

Overall

Secara overall, cerita yang disuguhkan cukup menarik,meskipun buku ini lebih tepat dikatakan sebagai pengantar cerita menuju seri-seri selanjutnya yang pasti lebih seru karena sudah memasuki konflik yang sesungguhnya. Setting yang diberikan pada buku ini cukup detail, membantu imajinasi para pembacanya.

Untuk informasi tambahan, seri kedua berjudul Prahara juga sudah dapat dibeli. Bagi yang ingin melihat review dari buku kedua Xar dan Vichattan, silahkan klik di sini.

The Richest Man in Babylon

The Richest Man in Babylon (Terjemahan Indonesia)
by George S. Clason
199 Halaman
Rp 40.000 (bulan Juli 2010)
Rating : 7.5/10

Buku ini adalah buku yang mengisahkan berbagai kebijaksanaan (yang berhubungan dengan finansial) yang ada pada masa Babylonia , yang merupakan salah satu peradaban terkaya yang pernah ada di bumi ini.. Buku ini mengulas bagaimana orang-orang kaya di Babylon dapat hidup makmur, sementara pada saat yang bersamaan di sana, banyak orang masih saja hidup miskin, karena orang-orang kaya tersebut seolah tahu bagaimana cara menjaga emasnya, bahkan membuat emas mereka ‘beranak-pinak’..  Sama seperti buku The Noticer yang sudah saya bahas sebelumnya di Post #401, buku ini juga menggunakan pendekatan cerita untuk menyampaikan berbagai pesan moral yang ingin disampaikan kepada pembacanya.

Alkisah, ada satu orang yang dianggap sebagai orang terkaya di Babylon, yaitu Arkad, yang sangat terkenal akan kekayaannya. Bahkan, raja Babylon yang berkuasa saat itu sampai meminta bantuan Arkad untuk mengajarkan cara-cara menjadi kaya kepada beberapa orang terpilih, dengan harapan orang-orang tersebut dapat mengajari orang-orang lainnya lagi sehingga dapat meningkatkan kemakmuran bangsa Babylon.. Untuk diketahui, Arkad bukanlah putra seorang kaya yang hanya mewarisi kekayaan saja, namun dia adalah contoh bagaimana orang yang tidak punya apa-apa dapat menjadi kaya dengan tekad yang keras.

Arkad mengajari 7 kebijaksanaan tentang emas (pada zaman sekarang, mgkn lebih tepat jika emas dianggap sebagai uang), yaitu:

  1. Mulailah menggemukkan pundi-pundimu. Menurut Arkad, cara termudah untuk melakukan hal ini adalah dengan selalu memastikan 1/10 dari penghasilan ditabung dan tidak digunakan sampai saat yang tepat, sementara yang boleh dibelanjakan maksimal adalah 9/10 nya. Namun akan lebih bijak, jika untuk kehidupan sehari-hari, yang digunakan hanya 7/10 saja. Arkad mengatakan bahwa ini adalah salah satu penyebab utama dirinya bisa menjadi kaya.
  2. Kendalikan pengeluaranmu. Pengeluaran, jika tidak dikendalikan, akan selalu bertambah besar walaupun penghasilan juga semakin besar. Hal ini mungkin karena sifat dasar manusia, yang cenderung menghabiskan sesuatu yang dimilikinya. Oleh karena itu, untuk memastikan pengeluaran yang dilakukan adalah tepat dan tidak boros, maka pengeluaran perlu dikendalikan.
  3. Lipat gandakan emas kalian. Untuk zaman modern seperti sekarang ini, mungkin nasihat ini dapat diterjemahkan dengan kata ‘investasi’, di mana diharapkan uang yang kita investasikan akan menghasilkan pendapatan lain (dan pasif).
  4. Jagalah harta kalian agar tidak lenyap. Hal ini masih berkaitan dengan nomor 3, di mana Arkad bercerita bahwa investasi pertamanya gagal karena dia tidak hati-hati. Dia mempercayakan uangnya kepada pembuat batu bata, untuk membeli permata di tempat yang jauh. Namun ternyata, temannya tersebut ditipu dan hanya membawa potongan kaca saja. Berkaca dari pengalaman tersebut, maka Arkad lebih berhati-hati dan lebih selektif dalam memilih partner investasinya. Sebagai contoh, dia berpartner dengan pengrajin tembaga untuk membuat perisai bagi serdadu kerajaan dan hal ini memberikan untung besar bagi dirinya. Hal ini karena dia berpartner dengan rekan yang memang kompeten. Maka, berhati-hatilah dengan investasi yang kita lakukan, terutama bila kita sendiri juga belum kompeten sekali.
  5. Jadikan tempat tinggalmu sebagai investasi yang menguntungkan. Yah, mungkin untuk zaman modern ini, ajaran ini sedikit bertentangan dengan apa yang diajarkan Robert Kiyosaki, bahwa rumah merupakan liabilitas, bukan aset. Namun, pada zaman dahulu, jika seseorang memiliki rumah, maka hidupnya akan jauh lebih baik. Hal ini karena pada umumnya, rumah zaman dahulu juga dilengkapi kebun dan tempat untuk memelihara ternak, sehingga dapat mengurangi biaya hidup pada saat itu.
  6. Buatlah pendapatan di masa depan terjamin. Hal ini lebih diarahkan pada investasi jangka panjang yang membuat kekayaan kita terus bertambah seiring dengan berjalannya waktu dan memastikan kebutuhan keluarga di masa tua masih tetap terpenuhi.
  7. Tingkatkan kemampuan memperoleh pendapatan. Pada zaman dulu, pendapatan yang diperoleh sangat berbanding lurus dengan kemampuan. Semakin tinggi kemampuan seseorang, maka semakin tinggi pula penghargaan (pendapatan) yang dia peroleh. Oleh karena itu, Arkad juga menganjurkan agar kita semakin meningkatkan kemampuan sehingga pendapatan kita juga akan meningkat.

Selain ketujuh nasihat di atas, buku ini juga memuat beberapa hal lagi, di antaranya adalah:

  • Pandangan akan kemujuran, di mana Arkad mengatakan bahwa kemujuran yang sesungguhnya akan mendatangi mereka yang bekerja keras. Keberuntungan sesaat, seperti yang diperoleh dari meja judi, mungkin sangat menggembirakan. namun seringkali, keberuntungan seperti itu juga sangat cepat lenyapnya, karena membuat orang lupa diri. Maka Arkad mengingatkan bahwa jika kita ingin menarik keberuntungan itu dengan lebih pasti, caranya adalah dengan bekerja keras.
  • Ada cerita bahwa putra Arkad, Nomasir, tidak serta merta saja mendapatkan seluruh harta peninggalan ayahnya. Dia terlebih dahulu harus membuktikan bahwa dia juga mampu mengelola kekayaan ayahnya, dengan cara berhasil memperoleh kekayaan nya sendiri dulu. Namun, Arkad juga membekali putranya dengan 5 aturan penting tentang emas, yaitu:
    emas akan mendatangi mereka yang mau menyisihkan tidak kurang dari sepersepuluh penghasilnnya untuk menciptakan harta benda bagi masa depannya dan keluarganya;
    emas akan bekerja bagi pemiliknya yang bijaksana, yang menemukan pekerjaan yang menguntungkan bagi emas itu;
    emas akan aman dalam lindungan pemiliknya yang bijak, yang menginvestasikannya berdasarkan nasihat orang yang terbukti ahli;
    emas akan lari dari orang yang menginvestasikannya dalam usaha yang tidak diketahui dengan baik;
    emas akan lari dari orang yang memaksanya untuk memberi penghasilan yang mustahil.
  • berbagai kisah menarik lainnya, yang biasanya merupakan cerita kebijaksanaan dari orang-orang berhasil di Babylon yang bahkan mengawali kekayaannya dengan menjadi budak-budak yang diperjualbelikan, namun berhasil menjadi orang sukses dengan ketekunan dan tekad yang keras.

Menurut saya, buku ini cukup menarik untuk dibaca dan dipahami, bagaimana cara hidup orang kaya di Babylon. Orang kaya di sini adalah mereka yang berhasil mengumpulkan kekayaan dari nol, dan tetap hidup bersahaja, bahkan dapat menambah kekayaan mereka, bukannya malah berfoya-foya dan menghamburkan uangnya. Buku ini sendiri sudah cukup lama (ditulis pada awal 1900-an untuk edisi pertamanya), dan juga mengulas tentang salah satu peradaban paling kuno, sehingga tentu saja tidak semua nasihatnya dapat ditelan mentah-mentah dan diterapkan pada masa sekarang ini.

Namun, menurut saya, buku ini jg mengandung nilai moral yang sangat baik, selain berbagai nasihat finansial (yang menurut saya masih relevan dengan zaman sekarang, walaupun perlu banyak sekali penyesuaian). Nasihat-nasihat yang diberikan tidak jauh berbeda dari nasihat finansial pakar-pakar zaman sekarang (seperti R.Kiyosaki, dll), namun dibungkus dalam cerita yang menarik dan memiliki pesan moral, sehingga pembaca seolah-olah tidak hanya sedang membaca buku tentang nasihat finansial saja..

The Noticer

The Noticer
by Andy Andrews
187 halaman
Rp 50.000 (bulan Juli 2010)

The Noticer adalah buku yang terakhir aku baca, yang merupakan rekomendasi dari Anita, temen ku yang sebelumnya udah baca buku ini.. Overall, buku ini cukup bagus, bercerita tentang bagaimana perspektif dalam hidup akan membuat kita menjadi lebih baik. Meskipun menurutku buku ini bisa dikategorikan sebagai buku self-motivation learning, namun buku ini ditulis dengan gaya cerita novel, sehingga tidak membosankan, dan tidak terkesan mengkuliahi pembaca nya.

Secara umum, buku ini berkisah tentang Jones, seorang tua yang seolah-olah selalu mengetahui permasalahan setiap orang, hadir di saat yang tepat, memberikan nasihat yang tepat, sehingga hidup orang yang bermasalah tadi seolah berubah menjadi jauh lebih baik sejak kehadiran Jones.. Buku ini terbagi menjadi 10 bab, yaitu:

1. Bab ini bercerita ttg masa lalu Andy (sang pengarang sendiri), di mana sebelumnya dia merupakan seorang yang miskin, dan hanya hidup untuk sekedar bertahan hidup saja. Suatu hari, Jones mendatanginya di pantai, dan mereka bercerita banyak tentang salah satu hal yang utama dalam kehidupan, yaitu tentang perspektif pikiran. Jones mengingatkan bahwa kesempatan akan datang bersamaan dengan orang lain dan dorongan. Maka jika kita ingin memperoleh banyak kesempatan dalam hidup ini, maka yang harus dipikirkan adalah bagaimana cara menjadi orang yang akan didekati dan disukai oleh orang lain. Jika kita bertanya caranya, maka ada satu pertanyaan lagi yg harus dipikirkan, yaitu, “Jika ada hal yang bisa diubah oleh orang lain dari diri kita, apakah hal tersebut ?”. Hal ini cukup penting untuk diri kita sendiri sebagai suatu self-learning, mempelajari diri kita sendiri sehingga menjadi manusia yg lebih baik.

2. Bab ini bercerita tentang Jan dan Barry, sepasang suami istri yang sudah tidak nyaman dengan pernikahan mereka. Bukan karena mereka tidak saling mencintai lagi, namun mereka tidak mengerti ‘dialek cinta’ pasangan mereka masing-masing. Jones menjelaskan ada 2 tipe dialek cinta, yaitu ‘act of service’ atau perbuatan melayani pasangannya, dan ‘words of affirmation” atau perkataan. Act of Service merupakan dialek di mana seseorang akan melakukan suatu perbuatan sebagai bentuk kasih sayang (dalam hal ini, Jan dulu mencintai Barry karena Barry sangat senang melakukan hal-hal yang terlihat remeh, seperti mencuci pakaian, membantu Jan, dll. Namun akhirnya Barry berhenti melakukannya karena merasa hal itu tidak terlalu penting). Words of Affirmation merupakan dialek di mana seseorang mengungkapkan perasaan cintanya melalui ucapan (dalam hal ini, Barry selalu menyatakan cintanya pada Jan dan dulu Jan selalu membalas, namun belakangan Jan merasa bahwa semua orang juga dapat melakukannya, sehingga dia tidak perlu menyatakan cintanya lagi kepada Barry). Biasanya, orang dengan yang mencintai dengan dialek tertentu cenderung senang dicintai dengan cara yang sama.

3. Bab ini bercerita tentang lanjutan dialek cinta, yaitu ‘Physical Touch’ atau sentuhan fisik dan ‘Quality Time’ atau waktu bersama yg berkualitas. Physical Touch merupakan dialek di mana seseorang mengungkapkan perasaan cintanya melalui sentuhan kepada pasangannya (misalkan berpegangan tangan, berpelukan, dll) . Sementara Quality of Time merupakan dialek di mana seseorang mencintai pasangannya dengan keberadaannya dalam waktu yg berharga, entah apa yang dilakukan, apakah hanya sekedar menemani pasangan atau juga ikut terlibat bersama kegiatan pasangannya. Dalam bab ini, Jones juga menjelaskan ilustrasi dari 4 tipe dialek ini, di mana tipe Physical Touch diibaratkan sebagai kucing yang senang sekali jika disentuh/dibelai dsb. Tipe Quality of Time diibaratkan dengan burung kenari, di mana burung ini tidak terlalu banyak sentuhan, namun perlu merasa diperhatikan dengan didengarkan nyanyiannya. Tipe Word of Affirmation diibaratkan sebagai anjing, di mana anjing suka sekali terhadap pujian dari tuannya. Tipe Act of Service diibaratkan dengan ikan mas, di mana ikan mas tidak perlu tahu apakah kita memperhatikannya, apakah kita menyentuhnya, dia hanya ingin memastikan bahwa dia diberi makanan dan kolamnya dibersihkan.

4. Bab ini bercerita tentang Walker, yang hidupnya diliputi berbagai kecemasan. Hal ini karena pikiran imajinatifnya sendiri, di mana semua kemungkinan terburuk pun juga ikut dipikirkannya, sehingga malah menjadi bumerang dan membuat dirinya sendiri khawatir. Oleh karena itu, Jones menyuruhnya untuk mengalahkan pemikiran-pemikiran negatif itu dengan logika, di mana menurut Jones hanya 8% dari pikiran kita yang benar tentang suatu kekhawatiran, selebihnya bukanlah merupakan kekhawatiran yang sesungguhnya. Jones juga menganjurkan untuk menuliskan 10 hal yang dapat kita syukuri tiap harinya, sehingga hari kita akan menjadi lebih baik dengan adanya rasa syukur itu.

5. Bab ini bercerita tentang segerombolan remaja yang sedang magang di padang Golf, dan bertanya kepada Jones tentang perkawinan. Jones mengatakan bahwa dalam perkawinan, sangat sering terjadi kompromi yang malah membuat pernikahan tidak bahagia bagi yg menjalaninya. Ilustrasinya adalah berikut. Ada seorang pria yang mencintai perempuan. Pria tersebut suka sekali sepakbola, namun alergi terhadap kuda. Sebaliknya perempuan itu senang sekali terhadap kuda, namun tidak suka sepak bola. Namun, masing-masing dari mereka berpikir bahwa pasangannya adalah yang paling penting, dan mereka rela berkompromi terhadap hal yang sebelumnya mereka sukai. Hal-hal seperti demikian inilah yg dapat merusak pernikahan, karena kedua belah pihak tidak hidup dengan apa yang mereka cintai. Selain masalah pernikahan, Jones juga menyebutkan bahwa teman yang kritis harus disyukuri, karena sering kali kita tidak dapat melihat perspektif yang luas jika dihadapkan pada suatu permasalahan. Oleh karena itu, kita butuh teman yg dapat mengingatkan kita dengan perspektif yang lebih luas.

6. Bab ini bercerita tentang Willow, seorang perempuan tua yang hidup sendirian karena suaminya meninggal dan anak-anaknya sudah hidup sendiri bersama keluarga mereka masing-masing. Willow merasa hidupnya sudah tidak berarti, karena dia merasa tidak ada lagi yang dilakukannya. Bahkan dia merasa sedikit bersalah, karena dirinya sudah hidup setua itu, sedangkan anak terakhirnya yang paling dicintainya sudah meninggal. Dia berpikir bahwa tugas-tugas dalam kehidupannya sudah selesai dan sudah seharusnya digantikan oleh orang yang lebih muda. Jones datang kepadanya dan mengatakan bahwa ” Selama kamu masih bernapas, maka kamu belum mati, dan tugas mu di dunia ini belum selesai”. Willow lalu mengatakan bahwa dia akan mencoba melakukan beberapa hal kecil untuk mengisi harinya. Namun Jones kembali mengatakan bahwa sebenarnya tidak ada hal kecil di dunia ini. Dia mencontohkan, Bourlag merupakan orang penemu hibrida gandum yang menyelamatkan 2 miliar orang dari kelaparan. Namun, menurut Jones, Harry Wallace (mantan menteri pertanian dan wakil Presiden Amerika Serikat) merupakan orang yg berjasa karena beliaulah yang memerintahkan pencarian hibrida tersebut dan mempekerjakan seorang pemuda bernama Bourlag. Jauh sebelumnya, tidak ada yg tahu bahwa dulu, George Washington Carver (yang merupakan ahli tanaman) pernah mengajak anak berumur 6 tahun untuk meneliti tanaman, dan anak itu bernama Harry Wallace. Hal ini menunjukkan bahwa seringkali tanpa sadar, hal-hal besar selalu diawali dengan hal terkecil dan kelihatannya tidak penting.

7. Bagian ini bercerita tentang Henry, seorang pengusaha yang mendambakan kesuksesan, namun tidak mengerti bahwa masih ada kehidupan yang sukses yang lebih penting. Pada mulanya, dia merupakan seorang yang selalu mengutamakan kepentingannya. Dia adalah kontraktor real estat. Seringkali dia berbuat beberapa kecurangan kecil dalam pekerjaannya yang mengakibatkan customer komplain, bahkan hingga sampai bosan dan akhirnya meninggalkannya (tentu dengan pembayaran yang sudah lunas, hal ini yang paling penting bagi Henry). Selain itu, dia juga bertindak sewenang-wenang terhadap karyawannya, karena dia merasa memiliki posisi yang lebih baik, di mana karyawannya merupakan buruh ilegal sehingga mereka tidak akan melapor ke serikat buruh jika ada masalah. Henry juga mengabaikan istrinya yang sedang hamil. Hal-hal ini menyebabkan image Henry cukup jelek di mata orang-orang dekatnya. Maka Jones menganjurkan kepada Henry agar melakukan perubahan terhadap hal yang dikiranya remeh tersebut, karena hal remeh itulah yang akan mempengaruhi gambaran yang lebih besar. Perubahan itu dapat dimulai dari kapan saja, termasuk sekarang. Namun, yang menjadi perhatian Jones adalah, niat saja tidak cukup. Suatu perubahan tidak cukup hanya dengan niat saja, namun harus disertai dengan tindakan.

8. Bab ini menjelaskan tentang pilihan dan kesalahan, serta perbedaannya. Hal ini diilhami oleh Henry yang sudah merasa berubah dan meminta maaf atas kesalahannya dulu, namun merasa tidak ada perubahan positif di antara sekitarnya. Lalu Jones menjelaskan bahwa ada dua hal, yaitu kesalahan dan pilihan. Kesalahan adalah hal yang tidak tepat terjadi lebih karena keadaan, misalkan anda tersesat karena tidak tahu jalan dan langit sudah gelap sehingga tidak kelihatan. Namun, pilihan adalah hal yang tidak tepat terjadi karena anda dengan sadar memilih suatu tindakan dan menerima konsekuensinya. Jones mengingatkan bahwa apa yang dilakukan Henry lebih banyak merupakan pilihan yang sadar, bukan sekedar kesalahan yang tidak disengaja. Maka, maaf saja tidak cukup untuk mengubah berbagai pilihan yang salah. Untuk menangani pilihan yang salah, Jones menganjurkan penyesalan yg mendalam dan mencari ampunan. Selain itu, Jones juga berharap bahwa Henry dapat menjadi teladan yang baik bagi anaknya kelak, karena seringkali anak mendapat pengaruh yang cukup besar dari orang tuanya.

9. Pada bab ini, Jones mengajak Andy untuk berjalan di pantai, dan menemui seorang anak di pantai. Kisah dalam bab ini sungguh mirip dengan kisah bab 1, di mana Jones pertama kali bertemu dengan Andy.

10. Bab ini merupakan penutup, di mana Jones meninggalkan kopernya untuk semua orang yang sudah pernah dia ubah hidupnya. dalam bab ini, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Hal utama adalah perspektif, di mana perspektif sangat penting dalam kehidupan kita. Terkadang, dalam menghadapi suatu permasalahan, seringkali kita merasa tidak menemui jawabannya, namun hal ini sesungguhnya karena kita kurang mengerti tentang perspektif. Perspektif dapat menuntun kita menuju pemikiran yang jernih, sehingga dapat membantu kita menyelesaikan suatu masalah.

Overall, buku ini cukup membantu kita dalam memahami perspektif dalam kehidupan, dan di bagian belakang, disertai dengan berbagai refleksi pribadi yang dibagi menjadi beberapa bagian sesuai dengan bab yang ada di dalam buku ini. Saya sendiri belum melakukan berbagai refleksi tersebut, namun ada rencana untuk membahas masing-masing dari refleksi tersebut di dalam blog ini..

Recommended Book!..

World of Warcraft – Rise of The Horde

Kemarin ngga bisa tidur lagi nih.. jadi nyelesaiin baca 1 buku lagi, judulnya World of Warcraft, Rise of The Horde.. bagi yang maen World of Warcraft(WoW), pasti dah pada tau deh Horde tu apaan ya.. hehe.. aku beli buku ini sebenernya udah dari taun lalu lho.. tepatnya waktu aku mau liburan ke China (kalo mau tau cerita liburan ku ke china, liat di sini nih).. karena waktu itu ke periplus dan g nemu buku yg bener2 bagus, akhirnya iseng beli jg buku ini.. aku sendiri baru mulai maen WoW taun ini, mgkn sekitar 2 bulan lalu.. dan feel amazed jg.. dengan tingkat kompleksitas dan jalan ceritanya.. soalnya, jujur aja, kalo maen game tp cm bwat nyari item ato naekin level, aku agak males sih.. lebih asik (menurutku) kalo ada jalan cerita yg kompleks.. dan WoW akhirnya jadi game online terlama yang pernah aku mainin sampe skrg..

Back to the book deh..

By Christine Golden
Harga: sekitar Rp 90.000 di Periplus
355 halaman

Buku ini bercerita ttg asal mula Orc membentuk Horde (semoga ndak salah nih).. Namun, sebelum itu, di bagian awal, diceritakan ada 3 orang pemimpin suku bangsa Eredar, yaitu Velen The Prophet, Archimonde, dan Kil’jaeden.. Mereka mendapat tawaran menarik dari Sargeras untuk membentuk Burning Legion.. (FYI, Sargeras itu penjahat nya gitu sih.. The Bad Guy).. Velen kurang setuju dengan tawaran itu, karena menurutnya hal ini akan menjadikan suku Eredar menjadi budak dari Sargeras, namun Archimonde dan Kil’jaeden (yang haus akan kekuatan dan kekuasaan) menyetujui hal ini..

Akhirnya, Velen mengumpulkan orang-orang yang percaya padanya dan meninggalkan Eredar. Sejak saat itu, mereka disebut sebagai The Exiled One, Kumpulan yang terbuang, atau disebut ‘Draenei’ dalam bahasa mereka.. (FYI, Draenei merupakan salah satu race yang dapat dipilih jika kita main WoW).. dan mereka menetap di suatu tempat di Outland, berdampingan dengan para Orc..

Hidup mereka dengan Orc cukup damai pada awalnya, bahkan Draenei sempat membantu 2 orang orc muda, Orgrim Doomhammer dan Durotan, yang nantinya merupakan orang penting dalam sejarah Orc (bahkan di gamenya menjadi nama tempat, yaitu Durotar, dan kota Orgrimmar).. Mereka merupakan orc pertama yang masuk ke dalam kota Draenei..

Seiring berjalannya waktu, tempat persembunyian The Exiled One pun akhirnya ketahuan juga oleh Kil’jaeden yang sekarang sudah bergabung dengan Sargeras, namun masih memendam kebencian terhadap Velen dan ingin menghancurkan Draenei. Kil’jaeden pun menemukan cara untuk menghabisi kaum Draenei, yaitu dengan cara meminjam tangan Orc, melalui Ner’zhul, shaman dari suku Shadowmoon yang awalnya menganggap Kil’jaeden sbg teman dari leluhur Orc (tanpa sadar bahwa dia sedang ditipu).. Kil’jaeden juga memberi kaum Orc kekuatan sihir, sehingga mereka bisa menjadi Warlock. Para shaman yang sebelumnya lebih mendengarkan alam dan leluhur mereka sekarang berbalik menjadi Warlock yang memiliki sihir jahat.

Maka, yang terjadi selanjutnya adalah Orc terus-terusan membantai kaum Draenei yang mereka jumpai.. Hal ini dikarenakan propaganda yang dilakukan oleh pemimpin Orc (yang akhirnya berpindah ke tangan Gul’dan, mantan murid Ner’zhul yang mengkhianati tuannya sendiri) sehingga kaum Draenei pun harus berpindah tempat demi menyelamatkan hidup mereka.

Kaum Orc sendiri akhirnya (atas bujukan Gul’dan) meminum Demon Blood, yang membuat mereka sangat haus darah.. hanya ada 1 suku yg tidak meminum, yaitu Frostwolf Clan yang dipimpin oleh Durotan.. Karena kaum Draenei (yang dibantai) sudah tidak ada, dan lahan tempat tinggal Orc mulai dilanda kekeringan, maka akhirnya mereka pindah menuju Azeroth, tempat tinggal manusia, dengan tujuan untuk memuaskan nafsu membunuh mereka, sekaligus mencari tempat tinggal yang lebih baik.

yah gitu deh ceritanya di buku ini.. buku yg menjadi awal cerita perseteruan antara Orc dan Draenei (di dalam game) yang menurut ku seharusnya g perlu terjadi.. kadang, kita menjadi gelap mata jika dijanjikan sesuatu (misalkan kekuasaan, kekayaan) dan jadi tidak bisa melihat permasalahan secara jernih.. hal yang besar seperti peperangan pun dapat dengan mudah dimulai (tapi sulit sekali diakhiri) dengan hal-hal sepele seperti bujukan-bujukan yang dasarnya kurang kuat.. Maka sudah sepantasnya kalo kita hidup dengan sikap waspada juga, jangan langsung percaya sama orang lain kalau kita tidak yakin.. Bahkan jika sudah yakin pun, pastikan untuk melakukan double check atas kebenaran yang terjadi. (wah bahkan dalam novel WoW pun ada pesan moralnya ya 🙂 )

Conspiracy of The Rich

Conspiracy of The Rich

Robert Kiyosaki

293 Pages (Indonesian Version)

Buku ini merupakan buku pertama Robert Kiyosaki yang ditulis online, dalam artian sebelumnya bagian2 dari buku ini ditulis secara berkala di websitenya, www.richdad.com/conspiracy-of-the-rich, memuat komentar-komentar pembaca (dan dimasukan beberapa ke dalam buku ini) sehingga lebih interaktif.

Yang ingin disampaikan Robert dalam buku ini adalah adanya konspirasi dari orang-orang berkuasa yang menguasai 90% uang di seluruh dunia, khusus nya di Amerika Serikat, untuk tetap menguasai uang di dunia ini. seperti kita ketahui, ada pandangan umum bahwa 90% uang di seluruh dunia hanya dikuasai 5-10% orang, dan 10% uang diperebutkan 90-95% di dunia ini. nah, para pemegang aliran uang yang deras tersebut cukup berkuasa untuk turut membuat sistem dan kebijakan2, terutama dalam pemerintahan untuk mengambil keputusan yang dapat memperkaya diri mereka sendiri. Salah satu keputusan tersebut adalah dengan meniadakan pendidikan tentang uang, sehingga selamanya 90% masyarakat tidak akan mengerti banyak tentang uang (selain menabung dan berinvestasi di reksa dana, serta program pensiun).

Ada berbagai fakta dan sejarah juga yang disampaikan oleh Robert dalam buku ini, yang cukup mengejutkan, terutama bagi orang yang sebelumnya awam dengan finance.. dan Robert cukup berhasil dalam menjelaskan nya dengan bahasa awam. Bahasa-bahasa finance yang cukup ‘ruwet’ ini, dikatakan Robert, ada unsur sengaja nya sehingga nasabah jg tidak akan seberapa mengerti dan jadi malas bertanya (ingat, konspirator hanya tidak memberi tahu anda cara bermain, bukan membohongi anda.. Jika anda sendiri tidak mencari tahu, maka semakin besar peluang anda untuk kalah :p )..

Fakta yang menurut saya cukup mengejutkan di antaranya adalah:

  • Tahun 1971, Nixxon mengubah UU Amerika sehingga mata uang dolar tidak lagi tergantung pada jumlah emas yang dimiliki oleh US. Sehingga dengan demikian, US dapat mencetak uang sebanyak yang mereka mau. Hal ini juga turut mendongkrak gaya hidup konsumerisme di US sana.. belum lagi setelah muncul jaman kartu kredit dan semua orang dengan mudah melakukan utang yang konsumtif. Salah satu dampak terburuk dari kredit-kredit ini adalah subprime mortgage yang terjadi pada tahun 2008, di mana kredit rumah banyak yang tidak terbayarkan dan ekonomi US limbung akibat hal ini.
  • Rencana pensiun US yang sangat terkenal, yaitu 401k Plan.. Ternyata uang pensiun ini digunakan untuk bermain investasi (entah saham dan sejenisnya).. Sehingga uang pensiun pun menjadi uang taruhan yang sangat-sangat panas karena kita tahu bahwa bursa saham sangatlah fluktuatif. Namun, 401k Plan ternyata merupakan suatu keharusan (karena diatur dalam undang-undang) yang sama saja dengan menyerahkan uang pensiun kita ke penjudi yang memainkan uang tersebut di bursa saham.

yah mungkin bagi kita yang tinggal di Indonesia, hal-hal di atas tidak terjadi karena memang budaya dan gaya hidup kita cukup berbeda.. Namun, hal yang ingin ditekankan Robert di sini bukanlah kasus-kasus di atas, namun lebih ke pendidikan finansial yang ingin diajarkannya. Hal ini, menurut Robert, karena bankir anda (ketika mengajukan utang ke bank) akan meminta laporan keuangan anda, bukan raport/ijazah akademis anda. Selain itu, pendidikan finansial mutlak diperlukan agar anda tidak dibodohi secara finansial oleh raksasa-raksasa rakus yang hanya menginginkan uang anda saja.

Robert juga menuliskan 8 aturan baru tentang uang sehingga anda tidak menjadi korban terus-terusan dari konspirator yang tetap ingin menguasai uang anda, yaitu :

  1. Uang itu pengetahuan
  2. Pelajari cara menggunakan utang
  3. Belajar mengendalikan arus kas
  4. Bersiaplah menghadapi masa buruk, maka anda hanya akan menjumpai masa baik
  5. Kebutuhan akan Kecepatan
  6. Pelajari Bahasa Uang
  7. Kehidupan adalah Olahraga Tim. Pilihlah anggota tim anda secara bijak
  8. Belajarlah mencetak uang sendiri (dalam artian bukan mencetak uang palsu, namun memiliki aset yang menghasilkan uang bagi diri anda)

Hal-hal yang dituliskan di atas diceritakan sangat detail di dalam buku ini oleh Robert, dan contoh kasus yang disediakan untuk mendukung penjelasan Robert juga cukup memadai. bagi saya yang cukup awam tentang finansial, buku ini cukup baik untuk menambah wawasan dan pengetahuan finansial sehingga menurut saya cukup layak dibaca bagi semua orang yang ingin memperbaiki pendidikan finansial nya. Karena keterbatasan tempat dan waktu, tentu tidak masuk akal untuk membahas semua isi buku tersebut dalam posting kali ini.

Setelah membaca beberapa buku Robert, memang benar bahwa belum tentu semua penjelasannya dapat diterapkan dengan mudah di Indonesia. Sebagai contoh, Robert merupakan investor properti yang cukup handal, dan di salah satu bukunya, beliau menjelaskan seolah-olah menjadi investor properti begitu mudahnya, bahkan dapat dilakukan tanpa modal. Namun, harus diperhatikan juga bahwa hal tersebut dilakukan di US, di mana sistem perbankan mereka cukup aktif memberikan kredit. Belum tentu di Indonesia dapat segampang itu. yang jelas, bagi saya, buku Robert sangat menarik dan cukup bermanfaat, terutama dari segi pendidikan finansial. Untuk contoh kasus, tentu harus disesuaikan lagi dengan budaya di Indonesia..

The Tales of Beedle The Bard

The Tales of Beedle The Bard

The Tales of Beedle the Bard

versi terjemahan Indonesia

Pengarang : JK Rowling
Tebal : 143 halaman
Harga : Rp 50.000

Buku ini adalah buku ‘spin-off ‘ ato kisah sampingan dari serial Harry Potter. Menceritakan tentang lima dongeng yang ada di dunia sihir disertai dengan catatan tambahan untuk setiap cerita yang ditulis oleh Profesor Dumbledore. Karena ada hubungan antara serial Harry Potter, maka buku ini memang seharusnya dibaca setelah membaca Harry Potter. Namun, jika ingin membaca tanpa terlebih dahulu membaca HP (Harry Potter), tidak akan mengalami kesulitan karena bahasanya relatif mudah dimengerti.

5 cerita yang ada di dalam buku ini adalah :

– Sang Penyihir dan Kuali Melompat. berkisah tentang seorang anak penyihir yang mewarisi kuali ajaib, namun enggan membantu sesamanya (sementara ayahnya dikenal sebagai orang yang sering membantu Muggle (orang biasa)).. maka kuali ajaib itu pun menunjukkan keanehan, yaitu menampung semua keluh kesah orang yang meminta bantuan dan terus mengganggu si penyihir muda.. Karena tidak tahan, akhirnya si Penyihir muda memutuskan untuk membantu orang2 yang membutuhkan bantuan itu.

– Air Mancur Mujur Berlimpah : berkisah tentang adanya air mancur yang setiap setahun sekali akan memberikan kemujuran bagi mereka yang baik. Suatu ketika, ada 3 penyihir dengan masalahnya sendiri ingin datang ke air mancur itu.. namun tanpa sengaja ada 1 org kestaria yang ikut ke air mancur itu.. Banyak halangan yang merintangi mereka, namun satu persatu dapat terselesaikan dengan baik. Hingga akhirnya masing-masing dari mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan.

– Penyihir Berhati Berbulu : berkisah tentang seorang penyihir yang menyimpan hatinya dan bersumpah tidak akan pernah jatuh cinta karena dia merasa teman-temannya yang sedang jatuh cinta adalah orang yang aneh. Namun, hal itu juga menimbulkan desas desus mengapa penyihir yang hebat, tampan, dan kaya seperti dia masih belum bisa mendapatkan wanita. Maka untuk mengusir gosip itu, dia ingin mencari wanita yang sederajat dengan dia. Akhirnya wanita itu ditemukan, dan ketika dia ingin memasang hatinya kembali (yang sudah berubah menyusut dan berbulu), dia malah berubah beringas dan berakhir menyedihkan.

– Babity Rabbity dan Tunggul Terbahak : berkisah tentang seorang raja yang ingin menguasai kemampuan sihir.. Raja memasang pengumuman mencari siapa saja yang bisa mengajarinya sihir, dan ketika itu ada penipu ulung yang berusaha mengambil kekayaan raja dengan cara mengaku bisa sihir dan mengajari raja. Ketika latihan, aksi raja dan penipu itu ditertawakan Babity yang sebenarnya adalah penyihir. maka raja marah dan ingin si penipu menemaninya untuk melakukan pertunjukan sihir di depan umum.. si penipu yang juga tidak bisa sihir akhirnya meminta bantuan Babity.

– Kisah Tiga Saudara : ada 3 saudara yang berhasil mengelabui Kematian, dan Kematian begitu marahnya karena gagal mendapatkan korban. Oleh karena itu, dia mengatakan bahwa masing2 dari 3 saudara itu berhak atas hadiah. si Sulung meminta tongkat sihir yang tidak terkalahkan.. Si Tengah meminta kemampuan untuk menghidupkan yang lain dari kematian, semntara si Bungsu yang bijaksana meminta jubah gaib dari Kematian yang bisa membuat tidak kelihatan pemakainya. Si Sulung sendiri akhirnya terbunuh oleh penyihir lain yang menginginkan tongkatnya, si Tengah akhirnya menemani gadis yang dicintainya di alam kematian karena gadis yang dihidupkan kembali itu terasa dingin dan tidak benar2 hidup. Kematian tidak bisa menemukan si Bungsu hingga akhirnya dia melihat si Bungsu melepas jubah gaibnya dan menyerahkannya pada anaknya.

Cerita-cerita di atas adalah dongeng di dunia sihir Harry Potter. dan semua cerita di atas disertai dengan komentar-komentar Prof Dumbledore. Saya pribadi menilai buku ini 3 dari 5 karena setelah dibaca mmg mungkin segmen pasar yang dituju adalah anak-anak usia 5-10. Bahasanya sangat ringan dan mudah dimengerti. Jauh dari bayangan saya ketika membelinya. Namun tidak ada salahnya mengoleksi buku ini jika memang penggemar Harry Potter.